Sabtu, 24 April 2010 21:45 WIB News Share :

Babi hutan serbu lahan pertanian di Banjarnegara

Banjarnegara— Kawanan babi hutan merusak lahan pertanian terutama ketela dan kapulaga di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sekitar sebulan terakhir.

“Tanaman yang paling banyak mengalami kerusakan adalah ketela dan kapulaga. Sementara tanaman padi hanya sedikit yang rusak, mungkin karena hanya dilewati saja,” kata seorang petani setempat Warsito, 40, di Banjarnegara, Sabtu (24/4).

Hampir setiap tahun, katanya, babi hutan menyerang pertanian setempat.
“Kawanan babi hutan ini menyerang tanaman ketela. Akan tetapi karena kami menanamnya secara tumpang sari dengan kapulaga, tanaman obat ini juga turut rusak,” katanya.

Hingga saat ini, katanya, warga belum berhasil menghalau kawanan babi hutan tersebut meskipun telah meronda setiap malam. Serangan binatang itu selalu berpindah-pindah tempat. Lahan pertanian yang paling banyak diserang, katanya, berada di dekat kawasan hutan milik Perhutani.

Kepala Desa Pandanarum, Surojo, mengatakan, bengkok miliknya seluas seperempat hektare yang ditanami ketela telah dirusak kawanan babi hutan. “Saya tidak bisa panen ketela akibat kerusakan tersebut,” katanya. Pihak desa hingga saat ini belum memiliki data secara pasti atas luas lahan pertanian yang dirusak kawanan babi hutan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…