Jumat, 23 April 2010 16:01 WIB News Share :

Tifatul
Kasus Misbakhun terlalu ecek-ecek

Jakarta–Proses izin penetapan tersangka hingga pemeriksaan politisi PKS Muchamad Misbakhun dinilai terlalu cepat.  Itu sebabnya ada yang menduga bahwa penetapan itu syarat politik. Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring menilai kasus ini terlalu kecil untuk dijadikan sebagai ajang politisasi.

“Silakan saja. Kalau kasus ini mau dijadikan sebagai komoditas politik, saya kira terlalu ecek-ecek (kecil),” kata Tifatul Sembiring di Gedung DPR, Jumat (23/4). Kasus ini katanya terlalu kecil kalau dibawa ke ranah politik. Karena itu dia menghimbau agar masyarakat mau menghargai proses hukum yang kini tengah berjalan.

“Katanya mau supremasi hukum. Kita hormatilah, beliau (Misbakhun) juga belum tentu bersalah,” ujarnya. “Divonis juga belum, terdakwa juga belum. Tapi seolah-olah sudah terdakwa. Mungkin karena PKS kali”.

Apakah karena yang melaporkan itu Andi Arief, Staf Presiden Bidang Bencana? “Ngga. Kalau melaporkan itu siapa saja boleh. Jangan provokasi saya dong,” kata politisi yang kini menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

Dalam kasus ini, Tifatul menegaskan, PKS tidak akan meninggalkan politisi yang juga inisiator Angket Bank Century ini. Tim kuasa hukum pendamping Misbakhun juga sudah disiapkan.

“Tim pembelanya kan juga disiapkan dari PKS. Tidak ditinggalkan, tidak ada yang ditinggalkan,” tegas Tifatul.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…