Jumat, 23 April 2010 10:22 WIB News Share :

Sebanyak 40 rumah warga tertimbun pasir

Garut–Sebanyak 40 rumah milik warga Kampung Cipulus, Desa Sukawangi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat, terendam pasir dengan kertinggian antara 10 sentimeter sampai satu meter. Beruntung peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.

Kerusakan terparah terjadi di RW VI, rumah penduduk mengalami rusak sedang dan ringan akibat terhantam pasir. Akibatnya, sebanyak 20 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

“Rumah mereka rata-rata kemasukan pasir,” ujar Camat Tarogong Kaler Nandang Sukalaksana, ditemui diruang kerjanya, Jumat (23/4).

Menurut dia, pasir itu berasal dari gunung Putri gugusan anak gunung Guntur. Material pasir itu diakibatkan oleh banjir bandang yang terjadi pada Kamis (22/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelumnya, wilayah Tarogong diguyur hujan deras sejak sore sampai malam. Banjir pasir juga pernah terjadi pada Minggu (11/4) lalu, melanda empat desa yang berada di Kecamatan Tarogong Kaler, yakni Desa Sukawangi, Mekarjaya, Panjiwangi dan Desa Rancabango.

Kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 12,650 miliar. “Bencana ini diakibatkan oleh kurangnya tanaman di gunung,” ujar Nandang. Hujan deras yang melanda Garut juga, mengakibatkan jalan raya menuju Garut Selatan tertutup longsor.

Longsor di Kampung Gunung Gelap, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip dengan panjang longsoran sekitar lima meter. Akibatnya, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.

“Setelah dievakuasi dengan menggunakan alat berat sampai subuh tadi, jalur selatan sudah mulai normal saat ini,” ujar juru bicara Pemerintah Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya.

tempointeraktif/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…