Jumat, 23 April 2010 16:52 WIB News Share :

SBY perintahkan Kapolri dan BIN usut Batam

Jakarta— Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar masalah kerusuhan yang terjadi di Batam cepat diatasi agar tak meluas. SBY juga minta semua pihak mewaspadai agar situasi ini tak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

“Pada saat pertemuan di kantor Wapres, Presiden juga menginstruksikan agar hal ini dibahas,” kata juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi wartawan, Jumat (23/4).

Menurut Julian, SBY sangat prihatin dan memberikah perhatian terhadap kerusuhan yang terjadi di galangan kapal PT Drydocks World Graha, Batam.

Presiden juga telah memberikan instruksi kepada Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan Kepala Badan Intelejen Negara Sutanto untuk menindaklanjuti kasus itu.

“Hari ini juga Kapolri telah menyampaikan laporan perkembangan terakhir kerusuhan yang terjadi di Batam,” ujar dia.

Kapolri, kata Julian, melaporkan bahwa situasi di Batam saat ini telah kondusif. Polri melihat saat ini tidak terdapat sesuatu yang dikhawatirkan bisa memicu kerusuhan lagi.
“Aparat telah melakukan pengamanan untuk memastikan agar tak terjadi kejadian seperti kemarin,” ujar dia lagi.

Kerusuhan di Batam dipicu dari pernyataan seorang manajer warga India yang menghina bawahannya, warga Indonesia. Polisi sudah menetapkan warga India bernama Prabahara menjadi tersangka.


vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…