Jumat, 23 April 2010 12:41 WIB Hukum Share :

Robin si penembak polisi, perampok paling sadis

Jakarta— Enam polisi di tempat yang berbeda-beda pun roboh di tangan Rahman alias Robin Winaldo Sragih alias Julianto. Robin lantas mengambil pistol korbannya dan menggunakannya untuk kejahatan  lainnya, yakni merampok.

“Dia perampok paling sadis,” kata Wakil Direktur I Bareskrim Polri Kombes Pol M Iriawan, Jumat (24/4).

Robin merambah dunia hitam sejak 2005. Aksinya bermula di Sumatera Utara, Jambi, Garut, hingga di tempat kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Dia tak segan menghabisi korbannya. Sedikitnya nyawa sembilan orang melayang setelah ditembusnya dengan peluru panas.

“Dia telah menembak tiga orang sipil dan korban enam polisi,” ujar Iriawan.

Korban terakhir Robin adalah Briptu Endang Wahyudi. Anggota polisi Polda Jabar ini ditembak pada Februari 2010 saat sedang naik motor.

Peristiwa penembakan dipicu hanya karena Briptu Endang menyenggol kendaraan Robin saat sedang memantau lokasi perampokan di sebuah pom bensin di Samarang, Garut.

“Dia sudah melakukan perampokan 12 kali,” ujar Iriawan.

Robin diciduk polisi pada Rabu (21/4) dini hari. Dia dicokok saat sedang berada di rumahnya di Ngawi, Jawa Timur.

dtc/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…