Jumat, 23 April 2010 22:20 WIB Hukum,Sukoharjo Share :

Polisi bongkar jaringan mahasiswa pengedar ganja

Sukoharjo (Espos)–Jajaran Polres Sukoharjo berhasil membongkar sindikat ganja jaringan mahasiswa dalam operasi anti Narkoba (Antik). Setelah dua pelaku diamankan, empat pelaku lagi berhasil diringkus di salah satu rumah kos di Jl Mlilis Nilasari, Desa Gonilan, Kartasura, Kamis sore (22/4).

Keempat pelaku yang diringkus masing-masing BS 20, warga Kudus, Riz, 21, warga Kwandungan, Ngawi, Jawa Timur, Hen, 21, Ngadirejo, Kartasura dan Sur alias Pakde 32 warga Purbayan, Baki, Sukoharjo.

Riz dan BS diketahui masih tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kartasura, sementara Sur alias pakde diketahui sebagai sang pengedar ganja.

Keterangan yang dihimpun Espos, menyebutkan, terbongkarnya jaringan pengedar ganja mahasiswa bermula dari hasil pengembangan dan informasi warga yang menyebut BS kerap mengkonsumsi Narkoba. Setelah melakukan penyelidikan, BS akhirnya ditangkap, Kamis sekitar pukul 16.00 WIB  di Jl Mliwis, Nilasari, Desa Gonilan, dengan berhasil diamankan satu paket ganja kering.

Dari keterangan BS, selang dua jam kemudian tiga pelaku lain berhasil diamankan di rumah kos BS. Diketahui tiga pelaku yang diamankan kemudian Riz, Sur dan Hen, kedapatan usai menghisap ganja bersama-sama di areal persawahan di Desa Singopuran, Kartasura.
Setelah dibekuk petugas, keempat pelaku langsung di gelandang ke Dok Kes Polwil untuk dilakukan tes urin dan hasilnya keempatnya positif.

Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono melalui Kasatreskrim AKP Sukiyono, mengatakan, tersangka Pakde diketahui berperan sebagai pengedar. Sementara BS berperan sebagai kurir.

“Kasus ini masih akan kami kembangkan, kami menduga sindikat ini mempunyai sasaran mahasiswa dan diduga masih punya jaringan lain, ini yang masih kita lidik,” tegasnya kepada wartawan, Jumat (23/4) di ruang kerjanya.

ufi

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…