Kamis, 22 April 2010 18:09 WIB News Share :

Polisi belum sita 16 rumah Bahasyim

Jakarta— Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya hingga saat ini belum melakukan penyitaan, terhadap aset milik mantan pejabat Ditjen Pajak Kementrian Keuangan Bahasyim Assifie.

“Kalau belum ada relevansinya tidak kita lakukan, uang yang diperkarakan diduga masih ada dalam rekening dan berbunga, artinya uang itu tak digunakan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/4).

Aset Bahasyim diduga melebih nilai uang yang diperkarakan, dalam kasus korupsi dan pencucian uang Rp 64 miliar. Boy menjelaskan, aset mantan pejabat eselon II Ditjen Pajak itu, yang salah satunya berbentuk perusahaan trading ikan, dan 16 rumah mewah, belum ada keterkaitannya dengan kasus yang disangkakan.

Apakah uang miliaran rupiah yang dititipkan kepada Istri Bahasyim Sri Nuryanti, dan anak perempuannya Winda Arum Hapsari dan ‘R’, digunakan untuk kepentingan pribadi?

“Tentu menunggu hasil pemeriksaan tuntas, ada dua bank yang dicurigai, sepengetahuan penyidik masih ada. Tapi bukan berarti kita harus percaya begitu saja, karena nilai yang diblokir itu suatu barang bukti,” papar Boy.

Uang senilai Rp 64 miliar yang diperkarakan tersebut berawal dari laporan PPATK ke Bareskrim Mabes Polri pada Maret 2009 lalu. Dalam laporan PPATK itu terdapat sejumlah transaski mencurigakan di rekening bank atas nama istri, dan 2 anak Bahasyim, senilai Rp 64 miliar ditambah bunga Rp 2 miliar. Kasus itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya pada Maret 2009, namun penyidikannya masih berlangsung hingga saat ini.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…