Kamis, 22 April 2010 17:56 WIB News,Hukum Share :

MA tambahi hukuman Syahrial Oesman

Jakarta— Mahkamah Agung memutuskan menambah hukuman dua tahun, dari semula satu tahun, untuk terpidana kasus korupsi proyek pelabuhan Tanjung Api-api Sumatera Selatan, bekas Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman. Dengan putusan ini berarti Syahrial harus menjalani hukuman selama tiga tahun.

“Syahrial Oesman terbukti secara sah dan meyakinkan menganjurkan orang lain melakukan korupsi,” ujar Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Mahkamah Agung David MP Simanjuntak dalam jumpa pers di Gedung Mahkamah Agung, Kamis (22/4).

Sayangnya, David tak tahu mengapa Majelis Kasasi Mahkamah menambah pidana bagi Syahrial. Sebab, pertimbangan Majelis masih diminutasi sehingga tak tercantum dalam petikan putusan tersebut.

Adapun hukuman denda bagi Syahrial tak berubah, yakni Rp 100 juta. Namun Mahkamah mengurangi subsidernya, yaitu hukuman kurungan jika denda tak dibayar. Subsider di pengadilan tingkat pertama dan banding ialah enam bulan, namun kini empat bulan saja.

Majelis Kasasi diketuai oleh Hakim Agung Mansur Kartayasa. Anggota Majelis ialah empat Hakim Agung yang terdiri dari Imam Harjadi, MS Lumme, Sofyan Martabaya, dan Hamrad Hamid.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 12 Oktober 2009 memvonis Syahrial satu tahun penjara dan dena Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Pengadilan menyatakan, Syahrial meminta pengusaha Chandra Antonio Tan menyediakan dana Rp 5 miliar untuk memenuhi permintaan anggota Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat guna mempercepat izin alih fungsi hutan lindung Pantai Air Telang untuk dijadikan pelabuhan Tanjung Api-api.

Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi lantas memperkuat putusan tersebut.

Kasus ini turut menyeret sejumlah anggota Komisi Kehutanan Dewan Perwakilan Rakyat. Sarjan Taher, Al Amien Nur Nasution, dan Yusuf Erwin Faishal, telah divonis bersalah melakukan korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi pada Februari lalu juga telah menahan tiga legislator Komisi Kehutanan lainnya, Azwar Chesputra, Hilman Indra, dan Fachri Andi Leluasa.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…