Kamis, 22 April 2010 13:05 WIB News Share :

Gempa Aceh semburkan emas?

Jakarta— Masyarakat di Haloban Aceh, heboh dengan munculnya semburan berwarna kuning pascagampa 7,2 SR. Menurut ilmuwan semburan itu benar-benar emas atau bukan?

Setelah gempa berkekuatan 7,2 skala Ricter 7 April lalu, semburan lumpur dilaporkan muncul dari bawah permukaan laut di Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Yang mengejutkan semburan itu mengangkat batu berwarna kuning dari perut bumi.

Warga percaya bongkahan batu berwarna kuning itu mengandung emas. Akibatnya, meskipun dilarang, puluhan nelayan di kepulauan Haloban menyelam di bawah permukaan laut sedalam lima meter berharap mendapat emas.

Namun kemunculan emas di Aceh itu dibantah pakar geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia Awang Harun Satyana, karena tiap mineral memiliki jalur tersendiri termasuk emas.

Sementara wilayah perairan Haloban di sekitar pulau Banyak adalah daerah subduksi di mana lapisan kerak samudera lebih banyak mengandung nikel, mangan, pirit, arsenopirit, dan bukan emas.

“Benda berwarna kuning keemasan sebenarnya bukan hanya pada emas, tetapi juga dari mineral lain. Wilayah Banyak tidak memiliki sejarah kandungan emas melainkan kawasan subduksi. Jadi saya rasa kemungkinan emas itu kecil sekali. Malah, kemungkinan besar benda kuning yang mereka lihat adalah pirit atau arsenopirit yang memiliki ciri hampir mirip,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (22/4).

Semburan pada dasarnya sangat mungkin muncul jika terjadi gempa yang mengguncang lapisan air bawah tanah. Guncangan tersebut akan menggeser lapisan tanah, sehingga memberi tekanan pada air dan menyebabkan mineral yang terkandung di sekitar kawasan semburan ikut naik.

“Semburan tersebut bisa terhubung ke bagian sekitarnya dan membawa air, lumpur serta mineral,” kata Awang. Ia menegaskan kemungkinan kecil mineral itu adalah emas, jika dilihat dari cara terbentuknya.

inilah/rif

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….