Rabu, 21 April 2010 16:32 WIB Pilkada,Solo Share :

Sosialisasi di Rutan, penghuni belum kenal Cawali

Pasar Kliwon (Espos)–Sebagian warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo belum mengenali Calon Walikota dan Wakil Walikota Solo. Bahkan, mereka belum pernah melihat wajah maupun foto salah satu calon.

Hal ini diketahui saat KPU Solo mengadakan sosialisasi Pilkada kepada warga binaan Rutan yang memiliki hak pilih. Salah satu warga binaan, Wawan, yang telah tinggal selama tujuh bulan di Rutan mengaku hanya mengenali salah satu calon walikota.

“Tahunya ya yang sekarang jadi walikota itu, lawannya tidak tahu, juga belum pernah sekalipun melihat wajahnya seperti apa,” katanya saat ditemui Espos, Rabu (21/4) di sela-sela sosialisasi.

Demikian juga Andika, warga binaan lainnya yang hanya mendengar penantang incumbent Joko Widodo berasal dari keluarga keraton. “Katanya sih dari keraton, tapi entahlah, saya kurang paham mereka,” tuturnya.

Anggota KPU, Agus Sulistyo mengatakan pihaknya memang belum mendapatkan gambar kontestan Pilkada. Saat melakukan sosialisasi tersebut, ia beserta Ketua PPK Pasar Kliwon, Jumaerry hanya membawa gambar tata cara pelaksanaan pemungutan suara di TPS, pengenalan nama kontestan Pilkada dan simulasi penandaan pada kertas suara.

“Ya, itu salah satu kekurangannya, kami belum mendapat gambar kontestan saat sosialisasi. Rencananya gambar kontestan Pilkada beserta visi dan misinya akan dipasang saat di TPS,” katanya.

Di Rutan Solo ada 126 warga binaan yang terdaftar dalam DPT, namun 35 orang yang terdaftar telah keluar dari Rutan. “Agar mereka yang sudah keluar tidak kehilangan hak pilihnya, maka kami akan berkoordinasi dengan Lapas untuk melacak rumah mereka dan mengirimkan kartu pemilih dan undangan untuk digunakan di TPS yang terdekat,” katanya.

m86

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…