Rabu, 21 April 2010 17:48 WIB Pendidikan Share :

Siswa pun belajar kenali rambu lalu lintas

Solo (Espos)–Tak ada kerumunan motor maupun pengendara yang mendapatkan tilang atau surat peringatan, ketika serombongan polisi memasuki area TK Lazuardi Kamila, Banjarsari. Dengan berseragam rapi dan dilengkapi rompi berwarna kuning menyala, kehadiran aparat Satlantas Poltabes Solo itu menarik perhatian bocah-bocah yang tengah beraktifitas.

Meskipun sebelumnya mereka telah mengenal sosok polisi melalui gambar, tayangan televisi, maupun buku pelajaran, namun sebagian besar siswa belum mengerti apa profesi polisi. Pada acara yang digelar dengan tema Polisiku, Kartiniku, Rabu (21/4), bayangan sosok polisi yang garang dan galak pun sekilas sirna ketika aparat kepolisian tersebut mengajak siswa untuk bernyanyi dan saling bercanda.

Dalam kegiatan tersebut siswa dikenalkan dengan sejumlah rambu-rambu lalu lintas yang kerapkali ditemui di jalan raya. Meskipun mengetahui gambar rambu-rambu tersebut sebagian besar bocah-bocah itu mengaku belum dapat mengartikannya. Najwa Ayusha, 3,5, misalnya, dirinya mengaku tidak mengerti tanda-tanda yang dipasang di jalan raya, hanya beberapa rambu saja yang dia mengerti. “Hanya tahu sedikit saja, cuma tahu lampu lalu lintas saja,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Muhammad Ariel Chesta Adabi, 4. Menurutnya pengendara motor di jalan raya tidak boleh seenaknya seperti mengebut dan tidak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas. “Harus hati-hati ketika berkendara agar tidak jatuh,” jelas dia.

Selain itu, kehadiran sosok polisi wanita merupakan sumber inspirasi siswa mengenali sosok Raden Ajeng (RA) Kartini. Di masa sekarang, perempuan memiliki hak untuk mengenyam pendidikan yang sejajar dengan kaum pria. Sehingga, siswa dapat mencontoh dan memilih profesi yang sesuai dengan minat dan bakat. Hal tersebut diungkapkan Kepala TK Lazuardi Kamila, Solo, Muhammad Nazhir, tema ini dipilih agar siswa mengenali sosok Kartini secara modern, seorang perempuan pun dapat bekerja di kantor atau memimpin perusahaan.

“Kami sengaja tidak mengambil tema tradisional, agar siswa mengenali RA Kartini sebagai seorang perempuan modern yang bekarya di berbagai instansi atau lembaga,” jelasnya.

das

lowongan pekerjaan
SPG COUNTER BATIK & SALES COUNTER CAR RENTAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO¬†— Kementerian Riset Teknologi dan…