Rabu, 21 April 2010 17:53 WIB Wonogiri Share :

Ratusan warga SHT geruduk Mapolsek Sidoharjo

Wonogiri (Espos)–Tidak puas dengan penanganan polisi terhadap kasus penganiayaan yang menimpa Yono Pitik, warga Keron, Sidoharjo, Wonogiri, ratusan warga dari persaudaraan setia hati terate (PSHT) menggeruduk Mapolsek Sidoharjo, Rabu (21/4). Mereka meminta, pelaku ditahan dan proses hukum dilanjutkan.

Aksi geruduk Mapolsek itu dilakukan warga PSHT karena menduga ada “perlindungan” pelaku penganiayaan oleh polisi. Bahkan warga meragukan proses penanganan polisi di Mapolsek Sidoharjo, karena pelaku penganiayaan merupakan tokoh di wilayah Sidoharjo. Warga meminta berkas penanganan dilimpahkan ke Mapolres, agar polisi tidak dicibir oleh masyarakat.

Informasi dan hasil pemantauan Espos di lokasi kejadian, ratusan warga awalnya berkumpul di terminal nonbus Sidoharjo. Mereka dengan menggunakan motor dan kaos ataupun baju yang mayoritas warna hitam membentuk kelompok-kelompok. Sekitar pukul 10.20 WIB dengan satu komando, massa pun mulai bergerak dan menghidupkan motornya.

Suara raungan knalpot yang sudah dilepas menyebabkan telinga bising. Massa pun bak kampanye bergerak menuju Mapolsek Sidoharjo yang berjarak sekitar 300 meter. Polisi yang berada di lokasi juga bergerak mengatur arus lalu lintas dan massa menghentikan motornya di sepanjang jalan di depan Mapolsek Sidoharjo.

Aksi massa berakhir setelah Wakapolres Wonogiri Kompol Sudarto yang berembug dengan para pemimpin PSHT di aula Mapolsek Sidoharjo berjanji akan mengusut dan memroses tindak penganiayaan dengan mencari pelakunya. “Kalau korban telah melaporkan kejadian itu dan visum sudah ada, maka kasus akan tetap ditindaklanjuti untuk diproses. Kalau pelakunya belum ketemu, tugas polisi untuk mencari. Jika satu dua hari ini sampai tujuh hari belum ketemu, polisi tetap akan mencari dan kasus tidak akan kadaluwarsa,” ujarnya.

tus

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…