Rabu, 21 April 2010 10:37 WIB News Share :

Danramil perempuan pertama dilantik di Hari Kartini

Makassar— Dalam rangka memperingati Hari Kartini, jajaran Kodam VII Wirabuana melantik perempuan pertama sebagai Komandan Koramil (Danramil) 1408-06 Kodim 1408/BS Wirabuana, di pelataran parkir Mall Ratu Indah, Makassar Rabu (21/4).

Dipimpin Pangdam VII Wirabuan pukul 08.00 WITA, Lettu Chk (K) Nurrahmi SH, dilantik sebagai Danramil pertama dalam sejarah Kodam VII Wirabuana. Sepanjang sejarah TNI Angkatan Darat, ini adalah kali keduanya setelah Kapten Cba (K) Lili Febiyanti, Spd sebagai Danramil 01/ Jatinegara.

Pangdam VII/Wirabuana Mayor Jenderal TNI Hari Krisnomo, dalam sambutannya mengatakan dengan pergantian pimpinan Koramil ini, berharap agar dari waktu ke waktu Koramil 1408-06 Kodim 1408/BS sebagai salah satu Koramil yang berada di jantung Kota Makassar semakin eksis.

“Pemberdayaan prajurit Kowad ini tentunya telah menjadi tuntutan tugas, seiring dengan perkembangan lingkungan dan perkembangan peran wanita dalam berbagai aspek pengabdian dewasa ini. Danramil di jantung kota seperti Makassar perlu sentuhan keibuan,” tegas Hari Krismanto.

Hari menambahkan, pejabat Danramil yang baru ini adalah sosok prajurit dari Korps Wanita Angkatan Darat dan baru pertamakali di jajaran Kodam VII/Wirabuana, tentunya akan menjadi pendorong bagi prajurit Kowad lainnya dan diharapkan memberikan warna yang lebih untuk kelangsungan pembinaan dalam lingkup Koramil 1408-06.

Sebelum pelantikan, telah dilakukan serah terima dari pejabat lama Kapten Inf Arman Aris Salo di Kantor Kodim 1408/BS. Lettu Nurrahmi sebelumnya menjabat sebagai perwira hukum di Kodam VII.

inilah/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…