Rabu, 21 April 2010 16:16 WIB Pilkada,Hukum,Solo Share :

Besok, kasus Sembako dilimpahkan ke polisi

Banjarsari (Espos)–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) direncanakan melimpahkan kasus dugaan <I>money politics<I> berupa pembagian Sembako di Joyotakan, Serengan ke Poltabes Solo, Kamis (22/4) besok.

“Sudah lengkap. Insya Allah besok (Kamis, 22/4). Kami akan koordinasi dengan Wakasatreskrim (AKP I Wayan Sudita-red) dulu. Dan kami menilai yang paling bertanggungjawab dalam kasus itu adalah penanggungjawab tim kampanye yaitu pasangan Wi-Di,” ungkap Ketua Panwaslu Solo Sri Sumanta kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (21/4).

Mengenai adanya terlapor lain, dia mengatakan, hal itu bisa berkembang nanti dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. Dia menegaskan, kegiatan di Joyotakan merupakan kegiatan kampanye resmi karena izin dari kepolisian sehingga yang harus bertanggungjawab adalah penanggungjawab tim kampanye.

Selain itu, lanjut Sumanta, adanya undangan dalam kegiatan di Joyotakan menunjukkan kegiatan itu memang kegiatan kampanye. “Adanya undangan yang dibuat oleh tim kampanye. Ini berbeda dengan kasus pembagian Sembako lainnya,” papar Sumanta.

Meski kasus pembagian Sembako telah ditangani oleh Panwaslu, namun selama beberapa hari terakhir pembagian Sembako semakin marak di beberapa kelurahan. Panwaslu memperkirakan, kasus semacam itu akan terus terjadi menjelang pencoblosan pada 26 April nanti.

dni

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…