Selasa, 20 April 2010 16:29 WIB News,Hukum Share :

Tersangka Bahasyim bersikukuh uangnya hasil usaha

Jakarta— Mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Bahasyim Assifie telah menjalani pemeriksaan sebanyak 5 kali, sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang dan korupsi senilai Rp64 miliar.

Selama pemeriksaan Bahasyim bersikukuh uang puluhan miliar miliknya, hasil dari bisnisnya. “Belum ada bukti harta Pak Bahasyim dari pihak ketiga, sejauh ini hartanya masih murni dari hasil usaha,” ujar pengacara Bahasyim, Hotman Paris Hutapea, sebelum mengunjungi kliennya di tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/4).

Hotman menjelaskan, dia mengunjungi Bahasyim di ruang tahanan guna melakukan rapat koordinasi. Sebelumnya tampak hadir pengacara Bahasyim lainnya, Denny Kailimang. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Jumat (9/4) lalu, Bahasyim menjalani pemeriksaan rutin hingga tiga kali dalam sepekan.

Sedangkan pemeriksaan terhadap istri Bahasyim, Sri Purwanti, dan dua anak perempuannya Winda Arum Hapsari dan ‘R’, baru dua kali dilakukan selama dua pekan terakhir.

“Mereka belum tersangka, pemeriksaannya masih sebagai saksi saja,” imbuh Hotman.

Selama menjalani masa penahanan 11 hari, Hotman mengatakan kondisi kesehatan kliennya sehat. “Hanya saja ginjalnya ada masalah karena sudah pernah transplantasi,” tuturnya.

Bahasyim dituduh sebagai mafia kasus pajak di instansinya, karena PPATK menemukan transaksi mencurigakan dalam rekening istri dan kedua anaknya, yang mencapai Rp 64 miliar dengan bunga Rp 2 miliar.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…