Selasa, 20 April 2010 17:12 WIB News Share :

Peraba mahasiswi Akper dipecat dari jabatannya

Pamekasan— Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan, dr Mashar akhirnya me-non aktifkan oknum perawat cabul sebagai instruktur mahasiswa. Langkah tersebut diambil usai adanya kesepakatan antara mahasiswa, wali murid dan pelaku.

“Sesuai desakan mahasiswa, kami sudah memecat KU (inisial) dan tidak akan memberikan pekerjaan yang berhubungan dengan mahasiswa lagi,” katanya, Selasa (20/4).

Dikatakan, di rumah sakit, selain sebagai pegawai ruangan zal C, KU juga menjadi pembimbing dalam pembuatan laporan pendahuluan (LP) oleh mahasiswa akademi keperawatan. “Sudah tidak ada masalah lagi, kami sudah memecatnya dari jabatan sebagai instruktur mahasiswa,” tandasnya.

Diketahui, ribuan mahasiswa Akper Pamekasan mendatangi RSUD setempat meminta pertanggungjawaban KU karena telah melakukan hal yang tidak senonoh terhadap mahasiswi yang akan berkonsultasi menyelesaikan Laporan Pendahuluan.

Dengan berlagak sebagai tenaga pendidik, KU kerap memerlakukan mahasiswi yang sedang konsultasi di ruang zal C dengan meraba, mencium bahkan sempat menyentuh alat kemaluan si mahasiswi.

Peristiwa itu terjadi, saat mahasiswi melakukan konsultasi laporan pendahuluan kepada KU di ruang zal C RSUD Pamekasan. Saat berkonsultasi, korban disuruh berhadap-hadapan dengan KU. Saat itulah, pencabulan dilakukan.

inilah/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…