Selasa, 20 April 2010 20:47 WIB Karanganyar Share :

Kunker, Dewan dinilai hamburkan uang rakyat

Karanganyar (Espos)–Kunjungan kerja (Kunker) anggota DPRD Karanganyar ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim), dinilai hanya menghambur-hamburkan APBD. Terlebih dalam situasi keuangan daerah yang sedang sulit.

“Anggota Dewan memotong pos-pos di APBD yang berkaitan langsung dengan rakyat, tetapi justru menggunakan dananya untuk Kunker. Itu sama saja tidak peka dengan kepentingan masyarakat, di tengah kondisi sulit seperti sekarang mereka malah memboroskan anggaran,” tegas Koordinator Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), Agus Subagyo, kepada Espos di Karanganyar, Selasa (20/4).

Agus menyatakan, Dewan seharusnya menghindari penghambur-hamburan sumber-sumber keuangan daerah dan mendorong pemanfaatannya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Pihaknya meragukan Kunker yang melibatkan seluruh wakil rakyat setempat dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah mampu memberikan kontribusi berarti untuk kemajuan dan pembangunan wilayah.

“Kalau mau terbuka dan transparan, seharusnya ada pemaparan hasil Kunkernya apa saja. Dari sana nanti akan bisa diketahui apakah kegiatan para anggota DPRD itu betul-betul bermanfaat atau hanya menjadi ajang penghambur-hamburan APBD,” tandasnya lagi. Menurutnya, pemaparan hasil Kunker sekaligus bentuk pertanggungjawaban Dewan kepada publik atas anggaran yang digunakan.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan Kunker wakil rakyat telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Setiap tahun, ujarnya, anggota Dewan diberi kesempatan melakukan Kunker satu kali ke luar pulau, dan dua kali dalam pulau. Dalam kegiatan itu wakil rakyat diharapkan menimba ilmu dan pengetahuan guna menunjang pelaksanaan tugas mereka.

“Selain telah diatur, Kunker memang dibutuhkan. Bahkan tak hanya untuk mendukung tugas dan tanggung jawab ke-Dewan-an, kunjungan ke daerah-daerah lain juga dalam rangka membina kerukunan antarsesama warga bangsa.,” tandasnya. Ditambahkan pula, meski seluruh anggota Dewan yang berjumlah 45 orang ikut Kunker, mereka dibagi dalam dua rombongan agar DPRD tidak kosong.

Sebelumnya, semua anggota DPRD Karanganyar melakukan Kunker ke dua tempat berbeda di Kalimantan. Rombongan Komisi I dan Komisi III bertolak ke Pontianak, Kalbar, selama empat hari antara Senin sampai Kamis (12-15/4), sedangkan Komisi II dan IV berangkat ke Tarakan, Kaltim, Senin (19/4), dan dijadwalkan sampai Kamis (22/4). Masing-masing didampingi mitra kerja masinig-masing komisi. Disampaikan Juliyatmono, Kunker ke Kalimantan itu setidaknya menghabiskan anggaran senilai Rp 225 juta, tidak termasuk biaya pembelian tiket pesawat pulang pergi.

try

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…