Selasa, 20 April 2010 14:29 WIB News Share :

Ide mobil di atas tahun 2000 dilarang pakai BBM bersubsidi panen kritik

Jakarta--Wacana Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM melarang mobil di atas tahun 2000 menggunakan BBM bersubsidi, banjir kritik. Ide itu dianggap ngawur dan tidak logis.

“Seharusnya malah kendaraan yang sudah tua dan tidak dirawat dengan baik itu yang tidak disubsidi. Efisiensi bahan bakar! Kemudian untuk kendaraan berkapasitas silinder besar, tingkatkan pajaknya. Bukan dengan cara sosialis-komunis begini,” kritik pembaca ber-ID Agus dalam fasilitas komentar pembaca detikfinance, Selasa (20/4).

Kritik serupa disampaikan Kadek. “Apa tidak paham dengan kebijakan ini akan lebih bayak mobil tua di jalan dan konsumsi BBM lebih boros. Seharusnya, kalau sudah bayar pajak mahal, mobil lebih irit, harus lebih diberi apresiasi,” ujarnya.

Rinaldi Wicaksana Indiabrata berharap wacana itu tidak menjadi nyata. “Semoga dikaji ulang kembali. Lebih dispesifikkan lagi, jangan semua mobil di atas tahun 2000 harus menggunakan BBM non subsidi. Karena, tidak semua mobil di atas tahun 2000 tergolong mewah. Contoh saja, untuk Daihatsu Grand Max, yang kebanyakan digunakan untuk operasional suatu kegiatan usaha. Dan, justru sebaliknya, ada beberapa mobil di bawah tahun 2000 yang tergolong mewah sebut saja, Mercedez-Benz S-Class. Tahun 1995 pun, masih tergolong mobil mewah bukan?” pendapatnya.

Sejumlah pembaca menyarankan agar sistem transportasi dibenahi lebih dulu sebelum kebijakan itu diterapkan.

“Selama ini saya selalu naik angkutan umum, karena murah dan nggak pusing mikirin macetnya. Namun 1 tahun terakhir ini saya “bawa” mobil sendiri dikarenakan bus yang saya biasa pakai makin jarang dan penuh sesak! Sering saya harus menunggu lebih dari 1 jam sampai bisa dapat bus tersebut,” tulis pembaca ber-ID fans-nya angkot.

“Tolong fasilitas mass transportation yang disediakan, bukan kebijakan-kebijakan superkonyol kayak gini,” kritiknya.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…