Selasa, 20 April 2010 10:22 WIB News Share :

Gerakan bebaskan Bibit-Chandra jilid II muncul di Facebook

Jakarta— Dikabulkannya praperadilan yang diajukan oleh Anggodo Widjojo dinilai sebagai bentuk kriminalisasi terhadap pimpinan KPK. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) pun menggalang dukungan untuk Bibit-Chandra lewat Facebook.

“Ini jelas sekali sebagai bentuk kriminalisasi, dan kita sudah bentuk ‘Gerakan 1 Juta Bebaskan Bibit-Chandra,” ujar koordinator Kompak Fadjroel Rahman, Selasa (20/4).

Fadjroel menduga kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK tersebut memiliki hubungan dengan rencana KPK untuk memanggil Boediono dan Sri Mulyani pekan depan.

“Pekan depan Boediono dan Sri Mulyani dipanggil tapi sekarang Chandra-Bibit dikalahkan, ada apa ini?,” tanya Fadjroel.

Kompak sendiri saat ini sudah mencoba untuk melakukan penggalangan lewat Facebook agar dua pimpinan KPK ini tidak ditangkap.

“Kemarin kita sudah buat ‘Gerakan 1 Juta Facebookers Bebaskan Bibit-Chandra dari Penangkapan Kedua’, saat ini yang join sudah 258,” terang Fadjroel.

Meski tidak akan sebanyak gerakan pertama, Fadjroel tetap berharap masyarakat memberikan dukungan.

“Ini bukti kalau mafia hukum sedang melakukan serangan balik kepada KPK, oleh karena itu dukungan harus kita galang terus,” pungkas pria yang pernah mencalonkan diri menjadi capres independen ini.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…