Senin, 19 April 2010 19:10 WIB Sragen Share :

Warga temukan fosil gading gajah purba sepanjang 2,4 meter

Sragen (Espos)--Warga Dukuh/Desa Kedungwaduk RT 07/RW II, Karangmalang menemukan fosil gading gajah purba sepanjang 2,4 meter dan diameter 48 cm, Sabtu (17/4). Fosil berumur ratusan tahun tersebut ditemukan secara tidak sengaja di bawah timbunan padas Sungai Kedungbatan desa setempat.

Penemuan fosil purba itu bermula saat seorang warga, Ratna, 45, pergi ke sungai yang terletak tidak jauh dari kediamannya. Dia menemukan tulang aneh yang diyakini sebagai fosil. Ratna mencoba turun ke sungai untuk mencari tulang lainnya. Secara kebetulan kakinya menginjak benda aneh yang tertimbun padas keras. Setelah memeriksa benda aneh itu, Ratna mencongkel benda itu tetapi mengalami kesulitan.

”Saya kembali ke rumah untuk meminta bantuan empat warga seraya membawa linggis untuk mendongkel bendah aneh itu. Keempat warga itu, Feri, 16, Anggoro, 19, Yanto, 15, dan David 16. Beberapa saat berlalu, kami berhasil membuat lubang dengan kedalaman 25 cm. Barang aneh itu semakin terlihat jelas memanjang dengan diameter cukup besar di bagian pangkal dan semakin kecil di bagian ujung. Baru kami bisa menyimpulkan, benda itu fosil gading gajah,” tukas Ratna didampingi sejumlah warga lainnya yang berkerumun melihat fosil.

Menurut Ratna, fosil gading itu segera digali dan diangkat ke atas. Ratna dan warga lainnya melakukan rekontruksi bentuk gading, karena benda itu dalam keadaan remuk menjadi beberapa bagian. ”Kami menemukan fosil dan berhasil diangkat ke atas sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah usai merangkai satu demi satu hingga berbentuk gading, Pak Lurah datang dan melaporkan kepada pihak kecamatan,” ujarnya.

Ratna dan warga lainnya berharap mendapatkan apresiasi lebih berupa uang dari pemerintah atas penemuan fosil gading gajah itu. Kendati tidak menyebut nominal apresasi yang diberikan, namun kompensasi dari pemerintah sangat bermanfaat, mengingat bapak dari dua anak ini belum memiliki pekerjaan tetap. ”Warga di sini bilang saya ini pedagang, tapi tidak punya barang dagangan. Mau bertani, juga tidak memiliki sawah. Ya, sebut saja saya ini pengangguran. Memang beban hidup saya berat, anak sulung saya duduk di SMA dan yang bungsu masih sekolah dasar (SD),” akunya.

Kepala Desa Kedungwaduk, Joko Siswanto menambahkan, temuan fosil gading gajah itu baru kali pertama di wilayah Kedungwaduk. Joko berkeyakinan masih banyak fosil yang tertimbun di Sungai Kedungbatan. Dia mengaku, menyampaikan laporan penemuan fosil ke Pemerintah Kecamatan (Pemkec) Karangmalang.

”Dinas Pariwisata bermaksud mengambil fosil ini untuk tambahan koleksi Museum Sangiran. Tapi hingga sekarang belum ada kabar lebih lanjut. Ke depa kami akan menyelidiki lokasi penemuan fosil untuk mendeteksi fosil tambahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya dan Olahraga (Disparsenibudpora) P Poedarwanto secara terpisah menyatakan, pengelola Museum Sangiran belum bisa mengambil fosil gading itu, karena manajemen Museum Sangiran libur pada Senin kemarin. ”Untuk pengambilan fosil sudah kami koordinasikan dan menunggu hari efektif kerja untuk pengambilannnya,” paparnya.

trh

lowongan pekerjaan
Pengawas, Estimator, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…