Senin, 19 April 2010 16:56 WIB News Share :

Soal markus palsu di TVOne, Dewan Pers belum ambil putusan final

Jakarta– Dewan Pers belum membuat kesimpulan bahwa ada dan tidaknya unsur rekayasa di dalam wawancara soal makelar kasus yang TVOne tayangkan Maret lalu. Sejauh ini TVOne dan Andris Ronaldi yang bersikukuh dengan versi masing-masing belum dikonfrontir.

“Kita belum memutuskan apakah dalam tayangan itu ada rekayasa atau tidak,” kata anggota Dewan Pers, Bekti Nugroho, kepada detikcom, Senin (19/4).

Pernyataan Bekti sekaligus membantah statemen pengacara Indy Rahmawati, Bambang Widjojanto, di Mabes Polri yang menegaskan bahwa wawancara dengan Andris bukan rekayasa. Dewan Pers, menurut Bambang, juga telah menyebut bahwa tidak ada unsur rekayasa dalam wawancara dalam Apa Kabar Indonesia Pagi TVOne.

Menurut Bekti, pihak redaksi TVOne di dalam rangkaian pemeriksaan yang telah berjalan sejauh ini tetap bersikeras bahwa Andris Ronaldi adalah makelar kasus yang sesungguhnya. Sementara sang presenter -Indy Rahmawati- juga membantah keras telah menskenariokan naskah wawancara.

Sebaliknya Andris Ronaldi bersikeras bahwa dirinya adalah makelar kasus jadi-jadian. Seluruh jawaban yang disampaikannya berdasarkan skenario yang disesuaikan dengan kondisi yang ingin ditampilkan Indy Rahmawati di dalam tayangan wawancara.

“Jadi semuanya masih berproses, kami belum sampai pada hasil final. Secara pribadi saya menilai Andris dan Indy lebih baik dikonfrontir saja,” sambung Bekti.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…