Senin, 19 April 2010 20:25 WIB Sukoharjo Share :

Saluran tersumbat urukan tanah, irigasi ke 20 hektare sawah terganggu

Sukoharjo (Espos)--Puluhan petani di Kelurahan Jetis, Sukoharjo memprotes urukan tanah di area sebelah utara perluasan PT Sritex lantaran dinilai menghalangi saluran irigasi wilayah setempat.  Akibat saluran terhalang, air irigasi tidak bisa mengalir ke lahan pertanian mereka yang sedianya akan ditanami pada musim tanam (MT) II ini.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Mulyo Jetis, Giman Yitno, mengatakan, selama ini pihaknya elah melayangkan surat keberatan kepada PT Sritex. Karena keluhan petani belum ditanggapi, para petani akhirnya turun ke lokasi untuk membersihkan saluran irigasi tersebut. Hal itu dilakukan, karena jadwal sebar benih MT II sudah harus dimulai, Selasa (20/4).

“Besok jadwal sebar benih dimulai dan jadwal tutup tanam 15 Mei. Tapi karena saluran tertutup urukan tanah otomatis tidak bisa lancer. Makanya kami mengirim surat keberatan kepada PT Sritex dan hari ini kami turun ke lokasi,” ujarnya kepada Espos, Senin (19/4), di lokasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, akibat saluran irigasi tersumbat, lahan pertanian yang ada di area tersebut kerap kebanjiran. Pihaknya berharap saluran tersebut segera difungsikan kembali agar dapat mengalir lancar dan mampu memasok air untuk sekitar 20 hektare sawah di wilayah itu.
“Kami sama sekali tidak melarang mereka mau membangun apapun. Tapi tolong perhatikan juga kondisi lingkungan. Kasihan petani kalau mereka tidak mendapatkan air irigasi,” katanya.

Salah seorang staf Dinas Pekerjaan Umum di Kecamatan Sukoharjo, Bambang Subagyo, mengatakan, pihaknya telah berupaya mengirim teguran kepada pemborong yang telah menutup saluran irigasi.

“Dari Dinas sudah memberikan teguran. Sebab selama ada urukan tanah, saluran tersier jadi menyempit dan tidak bisa lancar,” katanya.

Sementara itu, ketika diminta konfirmasi masalah ini, mandor proyek, Amin, pemilik mewakili CV Barnabas, Muhamad Sahid, selaku pemborong, mengatakan, urukan tanah di lahan PT Sritex selama ini tidak menghalangi saluran irigasi. Hanya saja, dia mengakui, urukan tanah di lokasi tersebut longsor ke area saluran akibat terguyur hujan.


ufi

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…