Senin, 19 April 2010 16:03 WIB Pilkada,Solo Share :

Program BPMKS dilaporkan ke Panwaslu

Solo (Espos)--Penyaluran program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) dilaporkan ke Panwaslu Solo, Senin (19/4), karena dinilai bisa menjadikan Pilkada tidak jujur.

Pihak yang melaporkan masalah itu adalah Paguyuban Konco Marhaen (Komar). Koordinator Paguyuban Komar, Widuro Hadipranoto datang langsung ke Kantor Panwaslu di kompleks Stadion Manahan sekitar pukul 13.15 WIB.

Dalam kasus Paguyuban Komar menilai pasangan incumbent, Joko Widodo-FX hadi Rudyatmo (Jo-Dy) telah berlaku tidak jujur. Surat pengaduan program BPMKS itu juga dilaporkan ke Depdagri, Gubernur Jateng, Walikota Solo, DPRD Solo, Disdikpora, Dewan Pendidikan Kota Surakarta dan KPU Solo.

“Incumbent yang akan maju dalam pertarungan Pilkada seharusnya mengambil cuti. Tapi dalam pengamatan kami, Pak Jokowi malah menghampiri dan menyalami masyarakat yang sedang antri kartu BPMKS. Dengan cara seperti ini menurut kami incumbent telah berlaku tidak jujur,” ungkap Widuro.

Menanggapi laporan itu, Ketua Panwaslu Solo Sri Sumanta menegaskan, pihaknya akan mempelajari laporan itu. “Kami telaah dan pelajari dulu laporan yang baru masuk ini. Seperti apa kronologisnya,” terang dia.


dni

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…