Senin, 19 April 2010 21:47 WIB Wonogiri Share :

Penipu berkedok trainer beraksi di sekolah, tiga siswa kehilangan perhiasan

Wonogiri (Espos)--Tiga siswa kelas V SDN 2 Sindukarto, Kecamatan Eromoko kehilangan perhiasan berupa anting-anting setelah mengikuti pelatihan pembuatan sampo oleh orang tak dikenal di dalam kelasnya, Sabtu (17/4) pagi.

Rupanya, pemberi pelatihan pembuatan sampo itu adalah penipu yang sengaja datang ke sekolah dan sejak awal bermaksud merampas perhiasan milik siswa. Mereka datang saat kepala sekolah tersebut sedang pergi ke Wonogiri untuk menghadiri suatu acara.

Informasi yang dihimpun Espos, Sabtu pagi itu, SDN 2 Sindukarto didatangi dua orang lelaki tak dikenal. Mereka datang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah.
Saat datang mereka ditemui salah satu guru bernama Tulus Prayitno dan meminta izin untuk memberikan pelatihan cara pembuatan sampo kepada siswa. Karena dikira bermaksud baik, orang tak dikenal itu diberi kesempatan untuk memberikan pelatihan dimaksud kepada siswa.

“Menurut laporan yang saya dapat, tadinya si pelaku meminta izin memberi pelatihan di dua kelas dijadikan satu. Tapi guru kami hanya mengizinkan satu kelas,” jelas Kepala SDN 2 Sindukarto, Ramidin kepada Espos, Senin (19/4).

Lebih lanjut, Ramidin menuturkan, setelah memberikan materi pelatihan, lelaki yang mengaku trainer pembuatan sampo itu mengiming-imingi para siswa akan mendapatkan beasiswa dengan syarat siswa laki-laki harus berhasil menjawab lima pertanyaan sedangkan siswa perempuan tidak diperbolehkan mengenakan perhiasan. Perhiasan apapun yang dipakai para siswa diminta dibungkus dalam amplop dan dikumpulkan di meja depan kelas.

Pelaku menjanjikan akan menitipkan perhiasan siswa itu kepada guru dan siswa dapat memintanya setelah pelatihan selesai. Karena tergiur oleh iming-iming beasiswa itu, tiga siswa, yaitu Tatit Febrian Rahayu, Tri Rohmawati dan Aristya Wahyu, langsung melepaskan anting-anting yang mereka pakai.

Namun seusai pelatihan, anting-anting tiga siswa itu ternyata tidak diserahkan kepada guru mereka, melainkan langsung dibawa pergi. Guru baru tahu setelah tiga siswa itu menanyakan anting-anting mereka.
“Kami sudah melaporkan hal ini ke UPT Dinas Pendidikan Eromoko, juga ke kepolisian. Dari keterangan guru dan siswa, orang yang memberi pelatihan itu bertubuh kecil dan berkulit gelap. Kerugiannya memang tidak besar tapi semoga hal ini menjadi pelajaran bagi sekolah lainnya agar tak mengalami kejadian serupa,” jelas Ramidin.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Eromoko, Suwarto saat dihubungi mengaku sudah mendapat laporan mengenai penipuan itu. Dia berharap kejadian ini bisa menjadi peringatan kepada sekolah-sekolah lain agar lebih berhati-hati saat menerima tamu tak dikenal.


shs

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…