Minggu, 18 April 2010 19:21 WIB Karanganyar Share :

Produksi gula PG Tasikmadu tak optimal

Karanganyar (Espos)--Produksi gula di Pabrik Gula (PG) Tasikmadu jauh dari optimal selama belasan tahun terakhir. Hal itu menyusul penyusutan lahan pertanian tanaman tebu di eks Karesidenan Surakarta mencapai sekitar 50% sejak tahun 1998.

Kepala Pengolahan PG Tasikmadu, Krisno Nugroho, dalam penjelasannya kepada wartawan menyebutkan saat ini luas areal lahan tanaman tebu pemasok bahan baku gula ke pabriknya hanya mencapai 6.000 hektare. Dalam satu tahun, ujarnya, PG Tasikmadu mampu menghasilkan 312.000 kuintal gula dari total kapasitas yang dimiliki sebesar 400.000 kuintal atau 40.000 ton.

“Saat musim giling, kemampuan produksinya antara 2.300-2.500 kuintal/hari, dari bahan baku sebanyak 32.000 kuintal tebu. Jika lama musim giling berkisar 130 – 150 hari, perkiraannya produksi selama satu tahun adalah sekitar 312.000 kuintal,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela acara jumpa pers Selamatan Giling 2010 PG Tasikmadu di kompleks pabrik setempat, Minggu (18/4) siang.

Krisno Nugroho menyebutkan, jika dibandingkan jumlah kebutuhan gula nasional sebesar 3,5 juta ton/tahun, PG Tasikmadu hanya mampu memberikan kontribusi kurang dari 1%. Namun meski tidak optimal, dia menyebutkan total produksi gula PG Tasikmadu mengalami kecenderungan peningkatan dengan besaran mencapai 13% dari angka produksi lima sampai enam tahun sebelumnya.

Dia mengatakan, meningkatkan kemampuan produksi itu di antaranya karena upaya intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan karena luas lahan tanaman tebu yang dimungkinkan terus menyusut. Sejak bergulirnya reformasi pada tahun 1998 lalu, ujar Krisno, petani di Indonesia lebih memilih tanaman non tebu karena dinilai lebih menguntungkan, terutama padi.


try

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…