Minggu, 18 April 2010 19:34 WIB Boyolali Share :

Pascalongsor dan banjir, truk pengangkut pasir tak beroperasi

Boyolali (Espos)--Pasca terjadinya longsor dan banjir di Dukuh Colo Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, truk pengangkut pasir dan batu (Sirtu) tidak beroperasi selama dua hari hingga Minggu (18/4).

Salah seorang penambang manual, Andi Sumarjo, 50, mengemukakan, sudah dua hari ini tidak ada armada yang masuk karena khawatir terjadi longsoran lagi di jalan menuju area penambangan di Dam Kali Gandul.

“Memang ada mobil masuk tapi kalau armada yang mengangkut pasir tidak ada. Mereka (sopir truk-red) mungkin berani masuk tapi kalau keluarnya lagi susah. Untuk masuk saja susah. Untuk jalan sepeda motor saja jalannya sudah dilewati,” kata Andi.

Penambang manual lainnya, Yoni, 21 dan Yadi, 23 menyatakan, kondisi jalan yang tidak memungkinkan membuat penambang manual hanya bisa mengumpulkan pasir dan menunggu kedatangan truk. Pernyataan senada juga disampaikan penambang manual lainnya, Suparmo Raharjo, 42 mengemukakan, penambang manual tetap berusaha mengumpulkan pasir meski belum ada truk yang masuk.

Disampaikan Suparmo, pada banjir bandang yang terjadi Sabtu (17/4) lalu, banyak pasir yang sudah dikumpulkan penambang terbawa oleh air. Untuk itulah, setelah ada pembenahan sementara, penambang kembali beraktivitas. Yono menuturkan, ada ratusan sampai ribuan kubik pasir yang sudah dikumpulkan penambang hanyut terbawa banjir.


nad

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…