Minggu, 18 April 2010 19:54 WIB Solo Share :

Hujan deras, pohon beringin besar roboh

Solo (Espos)–Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (18/4) sore, mengakibatkan tumbangnya puluhan pohon. Kerusakan parah akibat tumbangnya pohon terjadi di Jl Rajiman, tepatnya di depan Pasar Klewer, Solo. Pohon beringin berdiameter 1,5 meter ambruk menimpa empat lapak pedagang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB.

Salah satu pedagang yang lapaknya hancur, Sri Lestari, 44, warga Grogol, Kabupaten Sukoharjo mengatakan saat kejadian, dirinya sempat menyelamatkan diri dengan cara keluar dari lapak. “Angin sangat kencang dan tenda-tenda pedagang pada berhamburan, saya takut terus keluar. Saya melihat beringin itu goyang-goyang, ngeri sekali melihatnya,” katanya.

Sesaat kemudian, beringin tersebut ambruk menimpa lapaknya. Isi lapak berupa buah dan makanan hancur seketika. Sri yang saat itu berada di luar lapak tidak berani mengambil dagangannya yang sebagian hanyut terbawa air. “Saya tidak berani mendekat untuk mengambil buah-buahan itu karena angin masih sangat kencang dan takutnya ada aliran listrik,” tuturnya.

Saat peristiwa itu terjadi, salah satu pedagang, Mbah Manto, berada di dalam lapak. “Saat itu dia sedang salat di dalam lapak, untungnya dia selamat, padahal lapaknya ikut tertimpa pohon,” terangnya.
Selain lapak miliknya, ada tiga lapak pedagang buah dan makanan ringan lainnya yang hancur akibat tumbangnya beringin itu, yakni lapak milik Cipyono, Untari dan Mbah Marto. Sri mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta.

Beringin itu juga menghancurkan empat lapak, tiga kios yang berada di teras pasar juga mengalami kerusakan sedang. Selain itu, beringin tua itu juga merusak beberapa fasilitas pasar yang lain, seperti sebuah lampu taman, jaringan kabel telepon, pafing teras pasar, saluran air. “Pohon itu juga menimpa dua buah becak,” tambahnya.

Sesaat setelah tumbang, petugas dari DKP Solo segera memotong beringin itu karena sempat melintang di jalan tersebut dan menghambat lalu lintas. Sekitar pukul 18.00 sebagian batang pohon itu dapat disingkirkan dari jalan.

Lurah Pasar Kliwon, Totok Supriyanto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam persitiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. “Kerugian belum kita hitung seluruhnya, para pedagang sudah pada pulang, tapi yang pasti jutaan rupiah,” katanya.

Menurut pengamatan Espos di lokasi dan keterangan beberapa warga, ada sejumlah titik tumbangnya pepohonan itu. Di sisi timur Alun-alun Lor ada belasan pohon yang tumbang, demikian juga di sisi utara alun-alun. Namun di kedua lokasi itu tidak menimbulkan kerusakan parah.

m86

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…