Minggu, 18 April 2010 15:51 WIB News Share :

Gencet Markus, Polri korbankan polisi berpangkat rendah

Jakarta–Guru Besar Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar melihat adanya ambivalensi di tubuh Mabes Polri dalam membongkar praktek mafia hukum. Ada kecenderungan pejabat-pejabat berpangkat rendah saja yang dikorban.

“Telihat ada kecenderungan orang-orang yang pangkatnya lebih rendah dikorbankan untuk menyelamatkan orang-orang yang pangkatnya lebih tinggi,” kata Bambang saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Bersihkan Institusi Penegak HUkum dan Ditjen Pajak dari Mafia’ di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jl Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/4).

Dikatakan dia, ambivalensi itu tampak juga dengan dibentuk tim independen yang menelisik dugaan markus yang berisi orang dalam di Mabes Polri. Bukan tidak mungkin komposisi itu menyebabkan terjadinya kompromi-kompromi di dalamnya.

Indikasi ketiga, lanjut Bambang, Polri mengusut kasus Gayus Tambunan dan Sjahril Djohan tidak sesuai dengan urutan. Seharusnya, mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji-lah yang diperiksa lebih dahulu karena berkapasitas sebagai pelapor.

“Itu dia yang mencurigakan, karena kalau ada kejadian pidana itu, harusnya yang penting pelapornya dulu yang diperiksa. Ini kan sudah ada di KUHP juga. Harusnya ketika Pak Susno ngomong ada kemungkinan makelar kasus, harusnya dia yang diperiksa dulu,” tandasnya.

dtc/tya

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….