Minggu, 18 April 2010 17:10 WIB Internasional Share :

57 WNI di Dusseldorf bertahan tanpa jaminan hotel dan makanan

Jakarta--Sebanyak 75 WNI terdampar di Dusseldorf, Jerman, akibat bencana debu vulkanik. Pihak maskapai Emirates yang seharusnya mengangkut mereka ke Indonesia tidak memberikan hotel dan makanan.

“Emirates tidak menyediakan hotel karena alasan force majeure. Makanan juga boro-boro,” kata Mario Suharsono kepada detikcom, Minggu (18/4).

57 WNI yang terdampar di Dusseldorf berasal dari tiga grup yang sedang melakukan perjalanan wisata. Grup Mario ada 22 orang, grup lain 17 dan 21 orang. Tidak hanya ditelantarkan oleh maskapai, mereka juga tidak mendapat kepastian kapan bisa pulang.

“Kepastian terbang sampai sekarang tidak jelas,” kata Mario.

Mereka semua kini terpaksa bertahan dengan uang yang tersisa. Untuk bertahan hidup sehari, setiap orang harus merogoh kocek sekitar 75 Euro atau sekitar Rp 975.000 perhari, untuk hotel dan 3 kali makan.

“Kita benar-benar tidak dapat apa-apa. Kalau mau hemat terpaksa diam di bandara. Tapi sehemat-hematnya, tetap saja Eropa,” tuturnya.

Kondisi Bandara Internasional Dusseldorf menurut Mario ramai dengan ribuan penumpang yang tertahan. Mereka semua tertahan akibat debu vulkanik yang melumpuhkan penerbangan Eropa.

“Di sini segala macam bangsa ada. Lengkap,” pungkasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…