Minggu, 18 April 2010 16:57 WIB Issue Share :

22 Delegasi dipastikan tampil di SI(c)EM 2010

Solo (Espos)–Sekitar 22 delegasi dari dalam dan luar negeri telah menyatakan kesanggupannya untuk bisa tampil dalam Solo International Ethnic Music (SIEM) atau yang sekarang dengan sebutan Solo Internasional Contemporary Ethnic Music (SI(c)EM) 2010, 7-11 Juli, di Stadion Sriwedari, Solo. Di antara delegasi itu, terdapat lima bintang tamu, yaitu Tohpati Ethnomission, Bandanaira, Krakatau Band, Dewa Bujana, dan Iwan Hasan.

Hal itu dibeberkan Direktur SIEM Festival Organizing Committee, Putut H Pramono dan Ketua Panitia Bambang Sutedjo kepada wartawan di sela-sela Seminar Sehari Event Organizer, Minggu (18/4), di Bale Tawangarum, Balaikota Solo. Dalam seminar yang diprakarsai SIEM Festival Organizing Commitee tersebut, menghadirkan Inggrid Widjanarko dan Sari Madjid sebagai pembicara.

“Hampir 100% delegasi SIEM tahun ini menyatakan kesanggupannya. Bahkan sampai sekarang masih banyak musisi yang menawarkan diri untuk menjadi delegasi,” tukas Putut.

Permintaan itu, antara lain datang dari perwakilan Slovakia saat SIEM Festival Organizing Commitee memaparkan festival musik etnik itu dalam acara persiapan Asia-Europe Meeting (ASEM) di Solo kemarin. Namun, permintaan mereka akan menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan SIEM mendatang karena untuk tahun ini dewan kurator telah menentukan para delegasi.

“Antusias para musisi yang ingin menjadi delegasi SIEM menunjukkan bahkan ajang ini mendapat apresiasi yang luar biasa. Krakatau Band misalnya, yang nantinya sehari sebelum acara akan di Kanada tetap menyatakan siap main di SIEM,” lanjut Putut.

Dipilihnya Stadion Sriwedari sebagai lokasi berlangsungnya SI(c)EM 2010, menurut Ketua Panitia Bambang Sutedjo, karena panitia ingin mencoba menggali keunggulan kawasan tersebut. Misalnya, Stadion Sriwedari merupakan stadion yang pertama kali dipergunakan sebagai tempat Pekan Olahraga Nasional (PON).

hkt

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…