Sabtu, 17 April 2010 17:54 WIB Ekonomi,Solo Share :

Pengelola bursa mobil Sriwedari, ngotot tak mau pindah

Solo (Espos)–Pengelola bursa mobil bekas di kawasan Sriwedari tetap ngotot tak mau memindahkan lokasi bursa ke daerah lain. Pasalnya, alasan rencana pemindahan lokasi bursa mobil selama ini dinilai tidak tepat dan hanya sepihak.

“Sampai saat ini, kami belum terpikirkan untuk memindahkan lokasi. Kami tetap mempertahankan lokasi bursa mobil di Sriwedari,” tegas pengelola bursa mobil Sriwedari, Gogor kepada Espos, Sabtu (17/4).

Menurut Gogor, jika kemacetan lalu lintas yang menjadi alasan pemindahan bursa mobil, maka hal itu sangat tak adil. Pasalnya, kemacetan lalu lintas di kawasan Sriwedari hanya terjadi di sejumlah kecil area dan itu pun kini sudah dicarikan solusinya oleh pengelola bursa.

Sementara, kemacetan lalu lintas yang jauh lebih besar dan terjadi tiap hari justru tak dipermasalahkan. “Lihat saja di SGM (Solo Grand Mall), Solo Square, atau di ruas jalan lainnya yang macet tiap hari. Kami yang hanya sepekan sekali dan hanya beberapa jam saja dikatakan biang keladi kemacetan. Ini kan tidak adil,” tegas Gogor.

Gogor juga tak ingin mempermasalahkan siapakah orang di balik layar yang menuntut pembubaran atau pemindahan bursa mobil di Sriwedari. Pihaknya hanya meminta agar ada dialog antara pengelola bursa mobil dengan Dishub.

Data yang dihimpun Espos, desakan untuk pembubaran bursa mobil Sriwedari ternyata juga ditunggangi oleh persaingan para pedagang mobil di Solo. Pedagang mobil dari sejumlah showroom mengaku dirugikan karena dagangan mereka jadi sepi sejak bursa mobil Sriwedari kian ramai.

Hantoro dan Ardiansyah misalnya, melalui kring SOLOPOS secara terang-terangan menginginkan agar bursa mobil Sriwedari dibubarkan. “Karena jual mobil kami di show room jadi sepi, kami minta bursa mobil di Sriwedari dibubarkan,” tegasnya.

asa

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…