Sabtu, 17 April 2010 22:12 WIB Sport,Issue Share :

Pakai kaos hina Liverpool, Armand dicaci

Jakarta— Pentolan grup band Gigi, Armand Maulana, dicaci habis-habisan di akun Twitter-nya. Meski sudah berulang kali meminta maaf, namun caci maki itu terus mengalir hingga saat ini.

Caci maki itu berawal saat Armand mengirimkan twit foto pada Jumat (16/4). Pada foto itu terlihat Armand mengenakan kaos berwarna merah yang bertuliskan ‘We’d Rather Walk Alone!’. Kata-kata itu menyindir slogan klub Liverpool yakni ‘You’ll Never Walk Alone’.

Kaos itu juga terdapat gambar Liverbird, logo tim sepakbola Liverpool yang ditombak dengan trisula. Armand bahkan juga memberi judul fotonya itu ‘not cool’.

Kiriman gambar itu kontan membuat pendukung klub Liverpool yang biasa disebut Liverpludian marah. Caci maki langsung berdatangan ke akun milik Armand yang beralamat @armandmaulana.

Armand sempat berujar bahwa judul ‘not cool’ itu adalah sebagai ekspresi untuk menghina kaos yang dipakainya. “Ok gua ngehina kaosnya karena ketidaktahuan gua langsung pakai tuh kaos karena disuruh tapi gua bukan setan gua manusia,” ujar Armand dalam twitnya yang dikirimkan kemarin.

Armand juga bahkan kembali meminta maaf kepada liverpudlian se Indonesia. “Saya sudah minta maaf ke liverpudlian se-Indonesia dari tadi tapi tetap saja disumpahin dan berbau fisik bahkan membuang CD GIGI. Sekali lagi maaf,” ujar Armand yang mengaku kalau dia adalah penggemar klub Manchester United, musuh bebuyutan Liverpool di Liga Inggris.

Caci maki itu terus berlangsung hingga Sabtu (17/4). Bahkan seseorang dengan akun bernama maddaz menuliskan status yang dirasa Armand tidak pantas. “@armandmaulana woii artis kampung.. pake baju gambar istri lo lagi digengbeng dong.. kan baju yang kemaren juga disuruh..”

Kontan status ini membuat Armand berang. “Maaf yg nmnya @maddaz alias muhammad saddam tlg hub sy kembali di tweet krn ini udah pelecehan kalo tdk sy akan pk pengacara.”

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…