Sabtu, 17 April 2010 21:52 WIB Klaten Share :

Kenaikan HET pupuk beratkan petani Klaten

Klaten (Espos)–Kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang diterapkan pemerintah sejak 9 April lalu dinilai memberatkan oleh sejumlah petani di Klaten. Pasalnya, musim tanam lalu tak sedikit lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen lantaran serangan berbagai jenis hama .

Sumadi, 50, petani di Delanggu, Klaten, mengungkapkan, kenaikan harga pupuk membuatnya kelimpungan. Sebab, HET pupuk urea bersubsidi yang semula Rp 60.000 per sak isi 50 kg kini meroket jadi Rp 80.000 per sak.

“Ya jelas berat, karena kenaikannya Rp 20.000 per sak. Tapi mau bagaimana lagi karena ini merupakan kebijakan pemerintah,” jelasnya, Sabtu (17/4), di Delanggu.

Dia mengatakan, hasil panen padi di sawahnya tak begitu bagus karena terkena serangan wereng. “Panen tidak maksimal. Sekarang masih harus dipusingkan mencari uang tambahan untuk membeli pupuk,” keluhnya.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Delanggu, Atok Susanto mengungkapkan, kenaikan HET pupuk menjadi pukulan petani, terutama mereka yang lahannya puso karena serangan berbagai jenis hama.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Klaten, Ir Wahyu Prasetyo MSi mengungkapkan, sosialisasi terkait kenaikan HET pupuk bersubsidi kini gencar dilakukan di lapangan.

“Hal ini keputusan Pemerintah Pusat,” papar dia. Menurutnya, asalkan petani menggunakan pupuk sesuai rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK) dan tak berlebihan, maka pengeluaran bisa ditekan,” paparnya.

Mulai 9 April 2010, HET untuk bersubsidi jenis urea Rp 1.600 per kilogram, SP-36 Rp 2.000 per kilogram, ZA Rp 1.400 per kilogram, Phonska Rp 2.300 per kilogram, Pelangi Rp 2.300 per kilogram, Kujang Rp 2.300 per kilogram dan organik Rp per kilogram.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…