Sabtu, 17 April 2010 10:38 WIB News Share :

Kalangan Ponpes dukung pezina dilarang jadi kepala daerah

Pacitan – Klausul syarat tidak pernah berbuat mesum atau berzina bagi calon kepala daerah didukung oleh kalangan pondok pesantren. Ponpes Tremas di Pacitan, mengaku setuju dengan syarat itu.

“Sebagai orang yang beragama saya mendukung. Karena seorang pemimpin harus bermoral dan dapat menjadi suri tauladan,” kata Pengasuh Pondok Tremas, KH Lukman Al Hakim, Sabtu (17/4).

Menurut Gus Lukman, seorang calon pemimpin yang terbukti pezina memang tidak selayaknya dipilih. Sedangkan Islam sendiri tegas menghukum pezina dengan sanksi cukup berat. Mulai diasingkan sampai dirajam.

Namun secara pribadi, kata Lukman dirinya menyerahkan semuanya kepada masyarakat. Pasalnya semua warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih.

Soal pencalonan Jupe sebagai balon wakil bupati Pacitan, Lukman yang pernah duduk di kursi DPRD Pacitan itu menilai sah-sah saja. Sebagai warga negara Indonesia, Jupe berhak mencalonkan diri. “Saya yakin masyarakat Pacitan akan memilih yang terbaik,” pungkasnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
Bagian Umum, Bagian Administrasi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…