Sabtu, 17 April 2010 21:35 WIB Pilkada,Solo Share :

Jokowi
Itu tudingan tidak sehat, soal penggunaan dana APBD

Solo(Espos)–Calon walikota incumbent Joko Widodo (Jokowi) menilai rencana pasangan Wi-Di yang bakal melaporkannya ke KPK terkait dugaan penggunaan dana APBD untuk kampanye terselubung. adalah tudingan tidak sehat.

“Silakan saja laporkan ke KPK. Tapi itu tudingan tidak sehat. Wong untuk kebaikan masyarakat kok dilaporkan,” ujarnya dijumpai Espos seusai acara talkshow yang digelar SOLOPOS FM, di Griya Solopos, Sabtu (17/4).

Pasalnya, lanjut Jokowi tudingan itu sarat dengan orientasi politis. Padahal, menurutnya kebijakan pemberian Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) senilai Rp 23 miliar yang diduga sebagai bagian kampanye terselubung tersebut sudah terprogram dan masuk dalam anggaran di tahun sebelumnya.

“Cuma namanya saja yang berbeda. Itu sebagai bagian proses memperbaiki sistem,”tuturnya.

Namun demikian, kata Jokowi kalaupun nantinya KPK benar-benar meninjau, ia akan menyambut dengan baikĀ  Sebab, menurutnya, kenyatanya program tersebut direspons positif oleh masyarakat.

“Biar KPK lihat sekalian bagaimana masyarakat berbondong-bondong menyambut program tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, seharusnya selama masa kampanye, yang dilakukan para calon adalah pertarungan program yang berorientasi kepada masyarakat. Bukannya pertarungan yang berorientasi politik. Tak lain sebagai bagian untuk pendewasaan politik.

“Kalau punya program tunjangan pensiun misalnya, ya bagaimana terus menyosialisasikan kongkret pelaksanaan program tersebut,” ungkapnya seraya mengkritik balik program unggulan pasangan Wi-Di.

fey

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….