Sabtu, 17 April 2010 09:28 WIB News Share :

Empat bocah terseret ombak, dua ditemukan tewas

Sukami – Setidaknya empat anak tewas terseret ombak di pantai Gado Bangkong, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dua orang korban berhasil ditemukan Jumat (16/4) petang.Sementara dua korban lainnya sampai Sabtu (17/4) pagi ini masih belum ditemukan tim search and rescue (SAR) Daerah Kabupaten Sukabumi.

Menurut  Ketua SAR Sukabumi,Oki Fazri Assidik, dua korban ditemukan tewas mengambang 50 meter dari dari bibir pantai. Mereka adalah Dandi bin Ajat (7) tahun, dan Dion bin Sule (7) tahun, warga Kampung Pangsorilo, RT 01/15, Kelurahan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Pelabuhan ratu, Kabupaten Sukabumi. Adapun korban yang masih dicari adalah, Opik (7) tahun dan Saepul (9) tahun yang juga merupakan warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, ke empat korban tersebut berenang di daerah dekat dermaga pada pukul 14.00 Wib. “Mereka  berenang terlalu ke tengah, hingga akhirnya terseret ombak,” kata Oki.

Saat ini, kata Oki, gelombang di pantai Pelabuhan ratu sedang besar, cuaca pun tidak terlalu bagus. Para korban itu, berenang ketika air sedang pasang, “kami memang mendapatkan informasi dari badan metorologi, akhir-akhir ini gelombang di pelabuhan ratu memang cukup besar, karena faktor cuaca, mereka (korban) berenang terlalu ketengah ketika air sedang pasang,” katanya.

Jenazah kedua korban yang ditemukan langsung di bawa ke rumah duka setelah terlebih dahulu di bawa ke Rumah Sakit Daerah (RSUD), Pelabuhan Ratu, “Jenazah korban yang ditemukan sudah dibawa ke rumah duka,” kata Oki.

Sampai saat ini, tim SARDA masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, “Kami akan terus melakukan pencarian dengan alat seadanya, mudah-mudahan malam ini sisa korban bisa ditemukan,” kata Oki.

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…