Sabtu, 17 April 2010 13:09 WIB News Share :

873 Anggota Satpol PP belum diketahui keberadaannya

Jakarta – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kepulauan Seribu, Hitma Sinambella mengaku dari sekitar 1750 anggota pamong yang diturunkan dalam eksekusi makam Mbah Priok, terdapat 873 anggota yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

“Saya pergi bersama dengan 1750 anggota, yang kembali bersama dengan saya 877 orang,” kata Hotma Sinambella, Sabtu (17/4).

Menurut Hotma, siang ini aparatnya akan mengadakan pengecekan data kembali terkait pengerahan pamong secara besar-besaran pada tragedi Priuk, Rabu (14/4) kemarin.

Hotma juga berujar bahwa pihak pamong praja sebelumnya tidak memperhitungkan akan ada bentrok besar seperti. “Tidak diperhitungkan karena laporan yang kami terima terkendali,” ujarnya.

Pada saat kerusuhan, pihak Pamong, menurut Hotma, hanya mendapat dua pilihan. “Lawan dia atau lari,” kata Hotma.

Terkait pendapat tentang pembubaran Satpol PP yang makin santer disuarakan, Hotma hanya berujar ,”Kalau rumah itu bocor, perbaiki gentengnya tidak usah robohkan rumahnya.”

tempointeraktif/ tiw

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…