Jumat, 16 April 2010 16:54 WIB News Share :

Ratusan guru belum terima tunjangan sertifikasi

Salatiga (Espos)–Sebanyak 400 guru di Salatiga yang telah dinyatakan lulus sertifikasi hingga bulan ini belum menerima tunjangan sertifikasi. Hal ini lantaran SK Sertifikasi dari Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan para guru tersebut belum turun.

Sementara tahun ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Salatiga mengusulkan 331 guru untuk mengikuti ujian sertifikasi. Dari total guru yang mengajar sekolah negeri sebanyak 2.400-an orang, sudah hampir 50 persennya lulus sertifikasi.

Kepala Disdikpora Salatiga, Priyono Sudharto, Jumat (16/4)  mengutarakan sejak tahun 2006 hingga tahun 2009 sebanyak 1.027 guru dinyatakan lulus sertifikasi. Namun yang telah memperoleh SK, baru 627 guru saja. Bukan hanya guru saja yang menunggu turunnya SK, kata dia, namun Disdikpora pun melakukan hal yang sama

“Biasanya sejak dinyatakan lulus sampai menerima SK rentang waktunya sekitar 1-1,5 tahun, tergantung dari pusat. Kami juga hanya bisa menunggu,” papar Priyono.

Meski belum cair, Priyono memastikan tunjangan yang belum dibayarkan itu tidak hangus namun dirapel. Sehingga para guru yang telah lulus sertifikasi tidak perlu khawatir. “Hitung-hitung nabung saja,” jelasnya.

Lebih jauh dipaparkan Priyono, bahwa usulan sertifikasi 331 guru ini sedang diproses. Berkas porto folio para guru yang ada di Disdikpora iap dikirim ke asesor sertifikasi di Semarang tepatnya di Universitas Negeri Semarang Selasa pekan depan. Hanya saja diakui Priyono ada kendala non teknis dalam memproses sertifikasi ini, yakni terbentur minimnya anggaran.

kha

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…