Jumat, 16 April 2010 20:31 WIB Klaten Share :

Puluhan desa di Klaten dinilai rawan krisis air pada musim kemarau

Klaten (Espos)–Puluhan desa di enam kecamatan di Kabupaten Klaten dinilai rawan krisis air bersih di musim kemarau. Untuk mengantisipasi kekeringan, Pemkab setempat tahun ini mengalokasikan anggaran senilai Rp 164 juta.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Klaten, Sri Winoto, Jumat (16/4), mengatakan, peta daerah rawan kekeringan belum berubah dibanding tahun lalu, yakni tersebar di enam kecamatan. “Keenam kecamatan itu terdiri atas Kemalang, Jatinom, Tulung, Karangnongko, Bayat dan Manisrenggo,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, prediksi datangnya musim kemarau masih sulit ditentukan lantaran sampai saat ini hujan masih berlangsung. Kendati demikian, dijelaskan Sri Winoto, pihaknya berkoordinasi dengan para camat dan pemerintah desa untuk menginformasikan kondisi wilayah masing-masing.

Pada bagian lain, Kabag Kesra Pemkab Klaten, Suwardi mengatakan, anggaran Rp 164 juta disiapkan untuk membiayai operasional dropping air bersih ke lokasi yang rawan kekeringan. “Sedangkan airnya tidak membeli karena mengambil dari sumber air bersih yang berada di titik terdekat,” ungkapnya.

Dia menuturkan, enam kecamatan itu sudah dipetakan oleh tim survei lapangan. Dari hasil survei, lebih kurang 36 desa yang tersebar di enam kecamatan tersebut rawan krisis air bersih. Dari enam kecamatan itu, lanjut dia, yang paling rawan adalah desa-desa yang ada di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Jatinom, Tulung, Manisrenggo, dan Karangnongko.

Sementara Kecamatan Bayat hanya sekitar dua desa yang pada akhir musim kemarau mengalami kesulitan air. Berdasarkan hasil survei tim, kata dia, saat ini belum ada wilayah yang kekurangan air bersih. Tempat penampungan air hujan warga masih penuh dan hujan masih turun meski tidak setiap hari.

rei

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…