Jumat, 16 April 2010 10:26 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah disarankan naikkan cukai rokok

Yogyakarta–Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Lilies Setiartiti MSi menyatakan, untuk meningkatkan pendapatan negara, pemerintah sebaiknya menaikkan cukai rokok karena tergolong paling rendah di kawasan Asia, kata .

“Dengan menaikkan cukai rokok, pendapatan negara dapat bertambah,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (16/4).

Lilies menyebutkan, rokok menjadi salah satu penyumbang cukai yang besar. Pendapatan negara melalui cukai rokok pada 2009 mencapai Rp53 triliun, dan diprediksikan pada 2010 akan naik mencapai Rp55,3 triliun.

Namun, menurut dia, pendapatan negara melalui cukai rokok sebenarnya bisa lebih besar dari sekarang karena cukai rokok di Indonesia saat ini tergolong paling rendah dibanding negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia.

“Cukai rokok di Indonesia rendah sekali, hanya sebesar 37 persen, sedangkan rata-rata nilai cukai rokok di negara lain mencapai 51 persen,” katanya.

Selain menambah pendapatan negara, kenaikan cukai rokok diharapkan juga dapat mengurangi tingkat konsumsi rokok. Ia mengatakan, pengeluaran keuangan rumah tangga para perokok cukup memprihatinkan karena lebih banyak dihabiskan untuk konsumsi rokok jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk biaya pendidikan, kesehatan, dan konsumsi daging.

Berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional pada 2005, pengeluaran keuangan rumah tangga perokok untuk konsumsi rokok menunjukkan angka yang cukup besar, mencapai 11,5 persen.

ant/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…