Jumat, 16 April 2010 18:14 WIB News Share :

ITB khawatir kerja sama dengan TU Delft terganggu

Bandung–Sekolah Tinggi Elektronika dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) khawatir kerja sama yang sudah ada dengan Technology University (TU) Delft, Belanda akan terganggu. Sebabnya, makalah yang terbukti dijiplak doktor ITB adalah karya ilmuwan Delft, Siyka Zlatanova.

Dari pantauan,Jumat (16/4) pukul 15.45 WIB, tampak dua orang bule yang membawa tas kerja bertuliskan TU Delft, keluar dari kantor Dekan STEI ITB Prof Dr Ir Adang Suwandi Ahmad. Menurut Adang, pertemuan itu tidak terkait plagiarisme tapi justru kerjasama pertukaran mahasiswa pascasarjana.

Meski demikian, memang ada kekhawatiran kasus plagiarisme doktor ITB, mempengaruhi nama baik Kampus Ganesha di mata TU Delft. Sebab, kerjasama ITB dan TU Delft bisa dijalin karena adanya kepercayaan.

“Khawatir ke arah sana memang ada. Apalagi TU Delft punya jaringan luas di seluruh dunia,” kata Adang kepada detikcom, di kantornya.

Menurut Adang, terendusnya plagiarisme ini salah satunya dari keluhan sang penulis makalah asli, Siyka Zlatanova, kepada ITB. Siyka mengatakan, makalahnya digunakan Dr Mochammad Zuliansyah dalam konferensi IEEE di China.

Adang berharap kasus ini tidak menurunkan kepercayaan TU Delft dan jaringannya di seluruh dunia. “Istilahnya ini, seperti kita membangun rumah pasir di pantai lalu ada anak nakal menghancurkannya. Semoga ini jadi pembelajaran,” pungkasnya.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…