Jumat, 16 April 2010 20:20 WIB Sragen Share :

Disdik Sragen
SBBS tak pernah dapat dana Ingub

Sragen (Espos)–Dinas Pendidikn (Disdik) Sragen membantah tudingan indikasi penguapan dana Ingub dari APBD Provinsi Jawa Tengah di Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong, Sragen. Sekolah tersebut tidak mendapatkan suntikan APBD I sejak berdiri pada tahun 2008 lalu, melainkan hanya bantuan iuran orangtua siswa dan APBD II.

Penegasan itu disampaikan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Sragen, Wahyono saat ditemui  Espos, Jumat (16/4), di ruang kerjanya. Menurut dia, SBBS berdiri berdasarkan memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dan Turki pada tahun 2008. Dalam MoU itu, kata dia, Pasiad Turki menawarkan konsep manajemen sekolah berstandar internasional dan sumber daya manusia (SDM) pengajarnya.

“Tawaran itu diterima Pemkab Sragen dengan konsekuensi harus menyediakan anggaran operasional. Sejak tahun itulah ada kucuran dana dari APBD Kabupaten Sragen dan sumbangan orangtua walimurid. Jadi SBBS tidak pernah menerima bantuan dana APBN maupun APBD I,” ujarnya.

Wahyono berani menjamin, selama pengelolaan dana APBD tidak ada yang menguap atau mengalir ke pejabat, seperti yang ditudingkan anggota Dewan dan Forum Komunikasi Organisasi Kepemudaan Sragen (Forkos). Semua penggunaan anggaran itu, sambungnya, dilaksanakan sekolah yang bersangkutan. “Beberapa pengadaan, baik mebelair atau pengadaan lainnya dilakukan dengan lelang secara terbuka sesuai dengn Keppres 80/2003,” tambahnya.

Dia menyebut alokasi anggaran yang diberikan ke SBBS senilai Rp 1,7 miliar. Dana itu digunakan untuk gaji pegawai dan guru serta kebutuhan kegiatan belajar mengajar. “Buktinya, SBBS mampu menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan lebih dan banyak siswa yang berprestasi, baik di nasional maupun di internasional. Prestasi ini yang belum ada SMA/SMK lain di Bumi Sukowati ini. Mestinya prestasi itu patut dibanggakan sebagai warga Sragen,” tegasnya.


trh

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…