Jumat, 16 April 2010 17:26 WIB Klaten Share :

Dinsosnakertrans Klaten ikut tangani masalah TKI

Klaten (Espos)--Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten tidak menutup mata terhadap kasus yang dialami TKI asal Polanharjo, Klaten, Muchtar Efendi di Taiwan. Meskipun belum secara jelas mengetahui duduk persoalan yang menimpa TKI itu, Dinas mengaku siap jika dimintai bantuan.

Kasi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Klaten, Rinto Patmono saat dijumpai di kantornya, Jumat (16/4), mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima pemberitahuan atau laporan dari keluarga Muchtar. “Selama ini kami tak pernah memberangkatkan TKI sebagai ABK (anak buah kapal). Namun jika memang ada masalah yang menimpa TKI di luar negeri, maka kami berupaya membantu memecahkan persoalan,” jelasnya.

Dia menambahkan, terlebih dahulu Dinas harus memastikan apakah keberangkatan TKI tersebut secara legal atau tidak. Selanjutnya jika memang TKI itu berangkat secara legal, maka Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkannya akan dilacak. Kalau PPTKIS-nya terlacak dan masih eksis, proses selanjutnya lebih mudah untuk mengungkap kasus yang terjadi dan mencari solusi permasalahan.

Menurut Rinto, meskipun TKI tidak berangkat dari Klaten, namun jika melalui prosedur yang benar dan PPTKIS-nya jelas, maka pelacakannya lebih mudah. Dipaparkan olehnya, Dinsosnakertrans beberapa tahun terakhir hanya memberangkatkan TKI untuk bekerja di sektor formal non-ABK ke Malaysia. “Ada juga yang ke Taiwan tapi untuk bekerja sebagai karyawan di pabrik,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, nasib TKI yang bernama Muchtar Efendi, 51, warga Wangen, Polanharjo terkatung-katung. Pria yang sejak beberapa tahun terakhir merantau sebagai ABK tersebut diduga terkena cegah dan tangkal (Cekal) di Taiwan sehingga tak bisa pulang ke Tanah Air.

rei

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…