Jumat, 16 April 2010 19:34 WIB Karanganyar Share :

Dikira pergi, kakek-kakek tewas gantung diri

Karanganyar (Espos)–Karyodikromo, 80, pada Kamis (15/4) sore, gantung diri di kamar tengah rumahnya di Dusun Jembangan RT 3 RW III, Desa Kaling, Tasikmadu. Ia gantung diri menggunakan kabel sepanjang 2,5 meter yang diikatkan pada rusuk atap rumah. Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan kaku.

Menurut Wagiyo, 32, anak keempat Karyo, sepulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB, ia tidak mendapati ayahnya di rumah. “Waktu itu saya tidak sempat memeriksa kamar,” ungkapnya, Jumat (16/4). Ia mengaku ketika itu tidak menyingkap gorden yang menutupi kamar, tempat Karyo bunuh diri. Usai mandi sekitar jam 18.00 WIB, dia langsung mencari ayahnya ke rumah saudara-saudaranya di Jetis, Jaten dan Wonolopo.

Sepulang dari rumah saudaranya sekitar pukul 19.00 WIB, Wagiyo membuka gorden kamar tengah dan mendapati ayahnya tewas dengan kondisi leher terikat dan badannya kaku. Tak lama kemudian, pihak kepolisian dan tim dokter datang ke lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan tim dokter, Karyo dinyatakan murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Kemungkinan ayah saya tewas sore hari,” kata Wagiyo.

Seusai diperiksa, jasad Karyo langsung dimandikan dan dikafani. Namun malam itu jasadnya tidak langsung dimakamkan. Pemakaman dilakukan Jumat siang sekitar pukul 11.00 WIB.

m87

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….