Jumat, 16 April 2010 14:37 WIB Boyolali Share :

Delapan kecamatan di Boyolali rawan flu burung

Boyolali (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mewaspadai delapan kecamatan di wilayahnya sebagai daerah rawan serangan avian influenza (AI) atau flu burung. Dinas Kesehatan telah menyiapkan sistem pengobatan gratis di seluruh Puskesmas di 19 kecamatan di Boyolali.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Boyolali drg Priyanto Yudi mengatakan kedelapan kecamatan itu antara lain Simo, Teras, Mojosongo, Sambi, Sawit, Musuk, Andong dan Ampel.

“Ampel masuk daerah rawan, karena beberapa waktu lalu, telah terjadi serangan AI,” ujarnya kepada wartawan di Pemkab, Jumat (16/4).

Ditambahkannya, pemetaan daerah rawan flu burung, selain didasarkan pada jumlah populasi unggas, juga didasarkan pada kasus yang pernah terjadi.

“Kewaspadaan itu ditingkatkan untuk mengantisipasi flu burung dari unggas ke manusia,” tambah dia.

Dikatakan Priyanto, saat ini dari sejumlah kasus serangan flu burung pada unggas yang terjadi di daerah rawan, belum pernah terjadi penularan pada manusia. Namun, masyarakat diminta waspada bila mengetahui atau mengalami gejala flu terutama gejala flu yang disertai dengan suhu badan yang sangat tinggi.

“Saat ini ada sebanyak 26 Puskesmas yang disiapkan untuk menangani pengobatan gejala flu burung, jika terjadi panas yang semakin tinggi atau ada kecurigaan maka pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…