Jumat, 16 April 2010 17:44 WIB Internasional Share :

Bom tewaskan 10 orang di rumah sakit Pakistan

Quetta–Seorang pembom bunuh diri menewaskan 10 orang termasuk seorang wartawan televisi dan para perwira polisi, dalam satu serangan sektarian di sebuah rumah sakit  di kota Quetta, Pakistan barat daya, Jumat (16/4).

Seorang anggota parlemen dari Partai Rakyat Pakistan (PPP) yang berkuasa termasuk diantara mereka yang cedera dalam serangan di luar  unit darurat rumah sakit Quetta, ibu kota provinsi Baluchistan, kata para pejabat.

“Sepuluh orang termasuk dua perwira senior polisi, tewas dalam serangan itu dan 47 lainya cedera,” kata komandan polisi provinsi itu Rehmatullah Niazi kepada wartawan.

Seorang juru kamera dari stasiun televisi swasta Samaa termasuk diantara  yang tewas sementara tiga wartawan lainnya luka-luka. Mereka berada di rumah sakit itu untuk meliput kedatangan jenazah seorang warga Syiah yang tewas akibat kena tembak Jumat pagi.

Seorang pejabat senior polisi lainnya mengatakan itu adalah satu serangan bom bunuh diri dan  satu kepala  yang terpisah dari tubuh ditemukan di lokasi itu. Tidak dijelaskan apakah itu adalah kepala pembom bunuh diri itu.

Pejabat itu mengatakan itu tampaknya satu serangan sektarian  terhadap warga Syiah. Polisi mengatakan 15 kilogram bahan peledak digunakan dalam bom  yang menghancurkan gedung unit darurat itu. Kaca jendela yang pecah dan darah  bertebaran di lokasi serangan itu.

Warga Syiah adalah minoritas di Pakistan  yang sekitar 80 persen penduduknya adalah kaum Sunni, dan ribuan orang tewas akibat aksi kekerasan di seluruh negara itu dalam 30 tahun belakangan ini.

Di samping serangan-serangan sektarian, provinsi Baluchistan  yang paling luas dan paling miskin di Pakistan itu mengalami  pemberontakan puluhan tahun oleh kelompok separats Baluchistan  yang menuntut otonomi provinsi lebih luas dan pengawasan atas sumber-sumber alamnya.

Dewan pimpinan Taliban Afghanistan , yang dikenal sebagai  “Quetta Shura” diduga keras berpangkalan di kamp-kamp pengungsi di luar kota itu, walaupun ini dibantah oleh para pejabat Pakistan.

Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dalam tiga tahun belakangan ini, sebagian besar terjadi di wilayah barat laut  negara itu tempat pasukan memerangi gerilyawan Taliban Pakistan, yang adalah warga Sunni.

Pasukan keamanan Pakistan telah membersihkan sebagian besar gerilyawan dari paling tidak tiga  pangkalan mereka, Swat, daerah suku di Waziristan Selatan dan Bajaur di perbatasan Afghanistan , dalam serangan yang dilancarkan tahun lalu.

Serangan militer terbaru di wilayah-wilayah suku lainnya di Orakzai dan Kurram  menewaskan sekitar 300 orang, kata para pejabat militer. Tidak ada konfirmasi yang independen tentang jumlah korban tewas  itu, dan gerilyawan membantah data resmi mengenai korban mereka.

Pakistan yang memiliki senjata nuklir adalah sekutu penting Amerika Serikat yang melancarkan serangan-serangan terhadap kelompok gerilyawan di sepanjang perbatasan Afghanistan dianggap sebagai pentng bagi usaha-usaha AS untuk menciptakan stabilitas di Afghanistan terutama saat Washington akan mengirim pasukan tambahan untuk memerangi gerilyawan Taliban di negara itu.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…