Jumat, 16 April 2010 12:02 WIB Tekno Share :

Awas! TV tiga dimensi berbahaya

Teknologi terus berkembang. Bagi yang suka nonot tayangan televisi pun dimanjakan dengan munculnya TV tiga dimensi (3D). Namun seiring makin populernya TV 3D, Samsung memperingatkan wanita hamil, orang mabuk dan yang kurang tidur dilarang menonton, karena bisa mengalami disorientasi.

Perusahaan ini juga mengatakan orang yang berisiko terkena serangan stroke atau serangan epilepsi harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan, sebelum menonton TV tiga dimensi.

Peringatan itu muncul saat berbagai produsen TV mendebut sistem hiburan rumahan 3D tahun ini.

Ketika menonton TV 3D, pengguna harus mengenakan kacamata khusus dengan lensa yang membuka dan menutup cepat untuk menghasilkan gambar yang melompat dari layar.

“Menonton televisi 3D juga dapat menyebabkan mabuk, terganggu persepsi setelah terkena efek, disorientasi, mata lelah dan penurunan stabilitas,” kata pesan di situs itu.

“Disarankan pengguna sering istirahat untuk mengurangi potensi efek. Jika mata Anda menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kekeringan, atau jika Anda memiliki gejala di atas, segera hentikan penggunaan perangkat ini dan tidak melanjutkan menggunakannya untuk sedikitnya tiga puluh menit setelah gejala mereda. ”

Pembuat TV juga mengatakan memakai kacamata 3D dalam situasi normal ketika menonton TV 3D, mungkin secara fisik berbahaya bagi Anda dan dapat melemahkan penglihatan Anda.

Peringatan itu menunjukkan bahwa beberapa pemirsa TV 3D dapat menjadi hilang orientasi, di mana mereka bisa jatuh dan melukai diri sendiri.

“Melihat 3D dapat menyebabkan disorientasi untuk beberapa penonton,” kata peringatan itu.

“Oleh karena itu, jangan menempatkan TV Anda di dekat tangga terbuka, kabel, balkon, atau benda lain yang dapat tersandung”.

inilah/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…