Kamis, 15 April 2010 14:38 WIB Ekonomi Share :

UOB Buana merger dengan UOB Indonesia

Jakarta— Rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa bank UOB Buana telah menyetujui penggabungan usaha (merger) antara perseroan dengan bank UOB Indonesia terkait ketentuan Bank Indonesia.

“Keputusan merger diambil dalam rangka pemenuhan ketentuan Bank Indonesia (BI) mengenai ‘single presence policy (SPP),” kata Direktur Utama UOB Buana Armand Bachtiar Arief, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/4).

Menurut Armand, secara legal proses merger akan selesai 30 Juni mendatang dan secara operasional ditargetkan selesai 19 Juli.

“Target penyelesaian operasional ini tergantung kerjasama pihak yang dalam menyelesaikan permasalahan ijin proses merger tersebut,” katanya.

Sementara Direktur Utama Bank UOB Indonesia Iwan Satawidinata, dalam kesempatan yang sama, mengatakan dengan merger ini maka seluruh karyawannya akan bergabung ke UOB Buana.

Iwan menyebut jumlah karyawannya saat ini sebanyak 260 orang dan jumlah direksi empat orang. “Saya nantinya akan bergabung menjadi wakil direktur utama sedangkan dua direksi lainnya akan menjabat menjadi ketua bagian dan satu direksi pensiun,” kata Iwan.

Armand mengatakan bahwa setelah terjadi merger aset yang dimiliki UOB Buana mencapai Rp38 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp31 triliun dan aktiva produktif Rp36 triliun. Kedua bank ini merger karena pemegang sahamnya sama, yakni United Overseas Bank (OUB) Ltd Singapura.

ant/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…