Kamis, 15 April 2010 14:23 WIB News Share :

Tifatul minta media tidak ulang-ulang tayangan bentrok Priok

Jakarta--Pemerintah meminta semua pihak membantu membuat suasana kondusif pasca bentrok di makam Mbah Priok. Media massa diminta tidak mengulang-ulang tayangan dan pemberitaan bentrok Priok.

“Media massa sebagai corong berita juga diimbau untuk tidak menayangkan konten sadis terus-menerus, karena akan menimbulkan provokasi. Walau gambar sudah diburamkan, tapi kesan kesadisannya sangat kuat,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (15/4).

Bentrok Priok mengakibatkan tewasnya 3 Satpol PP. Sementara puluhan Satpol PP, polisi dan warga setempat luka-luka.

Tifatul berharap agar Pemda dan warga bisa sama-sama menenangkan diri. Semua pihak diminta agar tidak terprovokasi. Terkait dengan bentrok di Priok, Tifatul juga mengajak tokoh masyarakat untuk ikut aktif menenangkan masyarakat.

“Semua pihak diimbau tidak melakukan provokasi. Tidak ada yang diuntungkan, sesama kita saling bunuh,” paparnya.

Politisi PKS ini pun menyampaikan duka citanya. “Saya mengucapkan duka cita atas jatuhnya korban dan peristiwa ini. Semua pihak harus menjadikan hal ini sebagai pelajaran berharga, agar tidak terulang di masa yang akan datang,” pungkas Tifatul.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…