Kamis, 15 April 2010 11:17 WIB Internasional Share :

Sebelum bunuh diri, remaja tinggalkan pesan di Facebook

Wales-– Seorang pelajar SMA memutuskan mengakhiri hidupnya, namun sebelum bunuh diri menggunakan pistol, remaja tersebut tak lupa meninggalkan pesan di akun Facebook-nya. Pesan remaja di akunnya singkat, “hidup saya menyedihkan.”

Ross Langmead, 18, dari larch Drive, Llantrisant, selatan Wales, ditemukan tewas di rumah pada akhir pekan, setelah mengunggah pesan. Polisi mengkonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung tetapi kematiannya tidak mencurigakan.

Siswa di sekolah Y Pant Comprehensive School, tinggal di rumah bersama orang tuanya Marc dan Lisa dan adiknya Jack. Para tetangga keluarga mengaku terkejut mendengar kematian tragis itu.

Satu tetangganya, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan: “Itu sangat tragis bagi seseorang yang masih sangat muda untuk bunuh diri. Mereka sepertinya berada dalam komunikasi dengan orang di seluruh dunia dengan telepon dan internet, tetapi kadang-kadang mereka juga sangat terpencil.”

Keluarga dan teman-teman menulis tentang kesedihan mereka pada serangkaian halaman di Facebook.

Nathalie Hill, sepupu korban menulis pesan di akun: “Sayangku Ross, mata saya berkaca-kaca saat saya diberitahu kabar itu, tak pernah terpikir olehku hari itu keluarga akan kehilangan. Saya menemukan diri saya berharap dengan segenap hati kejadian ini bukan kenyataan. Air mata menetes dan saya hampir tak bisa melihat. Tapi hati saya memberitahu bahwa kamu selalu bersama kami. Saya berbaring di tempat tidur dan menangis pada malam hari dan tidak ada yang berbuat lebih baik dari cahaya pagi. ”

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….